This site uses cookies.
Some of these cookies are essential to the operation of the site,
while others help to improve your experience by providing insights into how the site is being used.
For more information, please see the ProZ.com privacy policy.
Freelance translator and/or interpreter, Verified member
Data security
This person has a SecurePRO™ card. Because this person is not a ProZ.com Plus subscriber, to view his or her SecurePRO™ card you must be a ProZ.com Business member or Plus subscriber.
Affiliations
This person is not affiliated with any business or Blue Board record at ProZ.com.
Open to considering volunteer work for registered non-profit organizations
Rates
General rate: 0.08 USD per word / 25 USD per hour
Portfolio
Sample translations submitted: 1
Spanish to Indonesian: Fortalecimiento de Capacidades para Países Afines: Café y Cacao Sostenible General field: Social Sciences Detailed field: Agriculture
Source text - Spanish El café y el cacao son productos estratégicos que contribuyen significativamente a las economías de muchos países, particularmente aquellos que dependen en gran medida de la agricultura de pequeños productores. Además de su alto valor económico, estos dos productos también sirven como fuentes vitales de sustento para millones de pequeños agricultores en todo el mundo. A nivel mundial, Brasil se erige como el mayor exportador de café, con un valor de exportación que alcanza los 4.850 millones de USD, seguido por Vietnam y Colombia, quienes también desempeñan un papel importante en el mercado global del café. Mientras tanto, Indonesia exporta café por valor de 268,55 millones de USD a Estados Unidos, 81,73 millones de USD a Egipto, 80,94 millones de USD a Alemania y 71,65 millones de USD a India. En el sector del cacao, Costa de Marfil y Ghana son los principales exportadores, mientras que Indonesia ocupa el segundo lugar mundial en la exportación de manteca, grasa y aceite de cacao, contribuyendo con el 12,55% del valor de exportación global de 5.070 millones de USD. La producción actual de café y cacao enfrenta una serie de desafíos complejos, particularmente en la mejora de la productividad, la garantía de la sostenibilidad ambiental y el cumplimiento de los estándares y demandas cambiantes del mercado global. Uno de los desafíos más apremiantes es el impacto del cambio climático, que afecta los patrones climáticos, la disponibilidad de agua y aumenta el riesgo de brotes de plagas y enfermedades. Estas condiciones no solo reducen la productividad y la calidad de los rendimientos, sino que también representan una seria amenaza para la resiliencia económica de los pequeños agricultores.
Además, el sector agrícola —incluida la producción de café y cacao— contribuye a las emisiones de gases de efecto invernadero, tanto directamente a través de prácticas de cultivo intensivas como indirectamente a través del cambio de uso del suelo y la deforestación. Según un informe del Centro de Comercio Internacional (ITC), la agricultura representa aproximadamente entre el 10 y el 12% del total de las emisiones globales, con una porción significativa que se origina en países productores de regiones tropicales. Por lo tanto, la adopción de prácticas agrícolas sostenibles que prioricen la conservación del suelo, la eficiencia de los insumos y una mayor captura de carbono por parte de las plantas y el suelo es de vital importancia.
La implementación de prácticas sostenibles de cultivo de café y cacao es esencial para preservar la sostenibilidad ambiental y asegurar una cadena de suministro más saludable. Al adoptar prácticas agrícolas sostenibles —como la agrosilvicultura, el uso de fertilizantes orgánicos y sistemas de riego eficientes en el uso del agua— los agricultores y las partes interesadas pueden reducir su huella de carbono y mejorar el cumplimiento de diversas regulaciones internacionales que exigen la adhesión a principios de sostenibilidad. Esto no solo garantiza el acceso continuo a mercados globales cada vez más selectivos que enfatizan la responsabilidad ambiental y social, sino que también apoya los esfuerzos globales para combatir el cambio climático y preservar la biodiversidad.
Las prácticas sostenibles de cultivo de café y cacao son esenciales para promover la sostenibilidad ambiental y asegurar una cadena de suministro más saludable. Al implementar prácticas agrícolas sostenibles, los agricultores y las partes interesadas pueden mejorar el cumplimiento de las regulaciones que requieren la aplicación de principios de sostenibilidad, asegurar el acceso a los mercados internacionales y apoyar los esfuerzos globales para preservar el medio ambiente.
Translation - Indonesian Kopi dan kakao merupakan komoditas strategis yang berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian banyak negara, khususnya negara-negara yang sangat bergantung pada sektor pertanian skala kecil. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, kedua produk ini juga berfungsi sebagai sumber penghidupan vital bagi jutaan petani kecil di seluruh dunia. Secara global, Brasil berdiri sebagai eksportir kopi terbesar dengan nilai ekspor mencapai 4,85 miliar USD, diikuti oleh Vietnam dan Kolombia yang juga memainkan peran penting dalam pasar kopi global. Sementara itu, Indonesia mengekspor kopi dengan nilai 268,55 juta USD ke Amerika Serikat, 81,73 juta USD ke Mesir, 80,94 juta USD ke Jerman, dan 71,65 juta USD ke India. Di sektor kakao, Pantai Gading dan Ghana adalah eksportir utama, sementara Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam ekspor mentega, lemak, dan minyak kakao, dengan kontribusi sebesar 12,55% dari nilai ekspor global yang mencapai 5,07 miliar USD.
Produksi kopi dan kakao saat ini menghadapi serangkaian tantangan kompleks, terutama dalam upaya peningkatan produktivitas, jaminan keberlanjutan lingkungan, serta pemenuhan standar dan permintaan pasar global yang terus berubah. Salah satu tantangan paling mendesak adalah dampak perubahan iklim yang memengaruhi pola cuaca, ketersediaan air, serta meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit. Kondisi ini tidak hanya menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi resiliensi ekonomi para petani kecil.
Selain itu, sektor pertanian—termasuk produksi kopi dan kakao—berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, baik secara langsung melalui praktik budi daya intensif maupun secara tidak langsung melalui perubahan penggunaan lahan dan deforestasi. Menurut laporan dari International Trade Centre (ITC), sektor pertanian menyumbang sekitar 10 hingga 12% dari total emisi global, dengan porsi yang signifikan berasal dari negara-negara produsen di kawasan tropis. Oleh karena itu, adopsi praktik pertanian berkelanjutan yang memprioritaskan konservasi tanah, efisiensi input, serta peningkatan penyerapan karbon oleh tanaman dan tanah menjadi hal yang sangat penting.
Implementasi praktik budi daya kopi dan kakao berkelanjutan sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan rantai pasok yang lebih sehat. Dengan mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan—seperti wanatani, penggunaan pupuk organik, dan sistem irigasi yang efisien dalam penggunaan air—para petani dan pemangku kepentingan dapat mengurangi jejak karbon mereka dan meningkatkan kepatuhan terhadap berbagai regulasi internasional yang menuntut kepatuhan pada prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal ini tidak hanya menjamin akses berkelanjutan ke pasar global yang kian selektif dalam menekankan tanggung jawab lingkungan dan sosial, tetapi juga mendukung upaya global untuk memerangi perubahan iklim dan melestarikan keanekaragaman hayati.
Praktik budi daya kopi dan kakao berkelanjutan sangat penting untuk mempromosikan keberlanjutan lingkungan dan memastikan rantai pasok yang lebih sehat. Dengan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, petani dan pemangku kepentingan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang mewajibkan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan, menjamin akses ke pasar internasional, serta mendukung upaya global untuk melestarikan lingkungan.
More
Less
Experience
Years of experience: 2. Registered at ProZ.com: Mar 2023. Became a member: Jul 2026.
Get help on technical issues / improve my technical skills
Learn more about additional services I can provide my clients
Learn more about the business side of freelancing
Find a mentor
Stay up to date on what is happening in the language industry
Help or teach others with what I have learned over the years
Transition from freelancer to agency owner
Transition from freelancer to another profession
Buy or learn new work-related software
Improve my productivity
Bio
Spanish-English-Indonesian interpreter, translator, and tutor with DELE B2 and EF SET C1 certifications. Proven track record facilitating critical communications in international business dealings, police investigations, and capacity-building programs across 16+ countries. Additionally, experienced as a public policy specialist with expertise in climate change action and sustainable development.
Master of Regional and Urban Planning
Bandung Institute of Technology (ITB). Thesis: Evaluation of the impact of land cover change on river discharge in the Upper Citarum, using the STREAM model.
Bachelor of Geography Education,
Padang State University (UNP). Thesis: The quality of surface groundwater for drinking based on soil form in Pasie Nan Tigo.
This user has reported completing projects in the following job categories, language pairs, and fields.
Project History Summary
Total projects
3
With client feedback
0
Corroborated
0
0 positive (0 entries)
positive
0
neutral
0
negative
0
Job type
3
Language pairs
Spanish
2
Indonesian to English
1
Specialty fields
Tourism & Travel
2
Other fields
Law: Contract(s)
1
Keywords: native speaker, indonesian, spanish to indonesian, indonesian to spanish, indonesian interpreter, spanish interpreter, experienced, professional, literature, spain. See more.native speaker, indonesian, spanish to indonesian, indonesian to spanish, indonesian interpreter, spanish interpreter, experienced, professional, literature, spain, castellano, latin america, BAP, police investigation, legal translation, indonesia, conference, consecutive, simultaneous, whispering, specialized, visa, malay, environment, disaster mitigation, climate change, government, commercial, food, class, online class, tutor, translator, offline class, food, travel, tourism, novel, subtitle. See less.